Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Sebagai Harta Wakaf (Analisis Pasal 16 UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf)

  • Islamiyati Islamiyati Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang
Abstract views: 273 , PDF downloads: 5
Keywords: Intellectual Property Rights (IPR), Assets Waqf, Article 16 of UU No. 41/2004 a baut Waqf, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Harta Wakaf, Pasal 16 UU No.41/2004 tentang Wakaf

Abstract

Abstract
Law Waqf Article 16 Paragraph (3) Point (e) explained that between Intellectual Property Rights (IPR) and legal endowments (Waqf) is interrelated, namely IPR which consists of copyright, patent trademark, industrial design, desan integrated circuit layout, the protection of plant varieties, trade secrets, and patents can be used as one of the treasures that can be used as a waqf property, because including one movable property that is not consumed, which can bring economic and social benefits. IPR can be valuable for social purposes if used as a waqf property, because of  IPR is one of the waqf property (Article 16 of Law Waqf) within the scope of the object (intangible). IPR is seen as one huquq maliyyah (property rights) that legal protection, IPR categorized as waqf endowments mu'aqqat bi ghayrihi, that endowment is constrained because of the time period is not specified in clause pledge endowment spoken wakif, but endowments IPR has been limited in time by law.

Abstrak
UU Wakaf Pasal 16 Ayat (3) Huruf (e) menjelaskan bahwa antara HKI dan hukum wakaf mempunyai keterkaitan, yakni HKI yang terdiri dari hak cipta, paten merek dagang, desain industri, desan tata letak sirkuit terpadu, perlindungan varietas tanaman, rahasia dagang, dan paten dapat digunakan sebagai salah satu harta yang bisa diwakafkan, karena termasuk salah satu harta bergerak yang tidak habis dikonsumsi, yang dapat mendatangkan keuntungan ekonomi dan sosial. HKI dapat bernilai untuk kepentingan sosial apabila diwakafkan, karena HKI adalah salah satu harta benda wakaf (Pasal 16 UU Wakaf) dalam ruang lingkup benda (tidak berwujud). HKI dipandang sebagai salah satu huquq maliyyah (hak kekayaan) yang mendapat perlindungan hukum, wakaf HKI dikategorikan sebagai wakaf mu’aqqat bi ghayrihi, yaitu wakaf yang terbatasi jangka waktunya bukan karena ditetapkan dalam klausul ikrar wakaf yang diucapkan wakif, melainkan wakaf HKI sudah dibatasi waktunya oleh UU.

Law Waqf Article 16 Paragraph (3) Point (e) explained that between Intellectual Property Rights (IPR) and legal endowments (Waqf) is interrelated, namely IPR which consists of copyright, patent trademark, industrial design, desan integrated circuit layout, the protection of plant varieties, trade secrets, and patents can be used as one of the treasures that can be used as a waqf property, because including one movable property that is not consumed, which can bring economic and social benefits. IPR can be valuable for social purposes if used as a waqf property, because of  IPR is one of the waqf property (Article 16 of Law Waqf) within the scope of the object (intangible). IPR is seen as one huquq maliyyah (property rights) that legal protection, IPR categorized as waqf endowments mu'aqqat bi ghayrihi, that endowment is constrained because of the time period is not specified in clause pledge endowment spoken wakif, but endowments IPR has been limited in time by law.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Abu Zahrah, Muhammad, t.th, Usul al-Fiqh,( Mesir: Dar al-Fikr al-‘Araby), t.th.

Anshori, Abdul Ghofur, 2005, Hukum dan Praktek Perwakafan di Indonesia, Yogyakara: Pilar Media.

Arief Budiman, Achmad, 2009, Fatwa MUI Tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (Kajian Terhadap HAKI Sebagai Objek Wakaf), Makalah Seminar Fiqh Wakaf, Pasca Sarjana IAIN Walisongo.

Ash-Shidieqie, Hasbi, 1975, Falsafah Hukum Islam, Jakarta, Bulan Bintang.

Arifin, Busthanul, 1966, Pelembagaan Hukum Islam di Indonesia : Akar Sejarah, Hambatan dan Prospeknya, Jakarta: Gema Insani Press.

Klinik Konsultasi HAKI Dirjen Industri Kecil dan Menengah, 2008, Panduan Pengenalan HAKI, Jakarta: Departemen Perindustrian.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, 2010, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (amandemen ke-5), Sekretariat Jendral dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Mardani, 2010, Hukum Islam, Pengantar Ilmu Hukum Islam di Indonesia, Pustaka Pelajar, Jakarta.

Mubarok, Jaih, 2008, Wakaf Produktif, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Musthafa Syalabi, 1957, Muhadlarat fi al-Wakf wa al-Washiyyat, Mesir, Dar al- Ta’lif.

Munas VII MUI, 2005, Fatwa MUI tentang Perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI), Jakarta pada tanggal 26-29 Juli 2005.

Rofiq, Ahmad, 2013Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Rajawali Press.

Sabiq, Sayyid, 1983, Fiqih Sunnah, Beirut, Dar al- Fikr, III.

Supramono, Gatot, 2010, Hak Cipta dan Aspek Hukumnya, Jakara: Rineka Cipta.

Susilowati, Etty, 2013, Hak Kekayaan Intelektual dan Lisensi Pada HKI, Semarang: Badan Penerbit Universtas Diponegoro Press.

Zahrah, Muhammad Abu, t.th., Usul al-Fiqh, Mesir: Dar al-Fikr al-‘Araby.

Web :

www.hukumonline, diakses hari sabtu tanggal 6 Oktober 2014, jam 23.45

www.wikipedia.berwakafdenganhaki.com , diakses hari sabtu tanggal 6 Oktober 2014, jam 23.45

www.wikipedia.org/wiki/kekayaan_intelektual, diakses hari sabtu tanggal 13 Oktober 2014, jam 23.45

Perundang-Undangan :

UU Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman

UU Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang

UU Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Terpadu

UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten

UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek

UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf

Kompilasi Hukum Islam (KHI) Inpres No.1/1991

Published
2017-08-07
How to Cite
Islamiyati, I. (2017). Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Sebagai Harta Wakaf (Analisis Pasal 16 UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf). Jurnal Hukum Ekonomi Islam, 1(1), 171-193. Retrieved from https://jhei.appheisi.or.id/index.php/jhei/article/view/5
Section
Articles